spot_img

Prabowo Subianto

Spesifikasi dan Harga Honda All New Vario 125 Terbaru 2025

Honda All New Vario 125 telah diperkenalkan sebagai generasi terbaru dalam kategori motor matic 125 cc. Motor ini menawarkan desain, fitur, dan teknologi lampu...
HomePolitikKejagung Investigasi Jual Beli Izin Titik SPPG MBG oleh Dadan Cs

Kejagung Investigasi Jual Beli Izin Titik SPPG MBG oleh Dadan Cs

Kejaksaan Agung Dalami Kasus Jual Beli Izin Titik SPPG MBG

Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mendalami aksi jual beli titik perizinan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait kasus korupsi tata kelola program makan bergizi gratis (MBG). Eks pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) diduga terlibat dalam pemberian izin tersebut.

Dugaan Peran Eks Pimpinan BGN dalam Izin SPPG

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, menyatakan dugaan keterlibatan eks pimpinan BGN dalam pemberian izin SPPG. Menurutnya, ada yayasan yang seharusnya tidak layak menjadi mitra BGN untuk program MBG, namun tetap menjadi mitra tersebut.

“Ada yayasan yang memang sebetulnya tidak layak untuk menerima atau sebagai mitra BGN. Tapi kenapa itu bisa menjadi mitra, berarti itu ada peran dari masing-masing tersangka ini,” ujarnya dalam konferensi pers.

Peran tersebut diduga terkait dengan kewenangan dari masing-masing pimpinan BGN sebagai ketua, wakil bidang, dan lainnya. Kejaksaan Agung terus mendalami dugaan aksi jual beli titik SPPG yang melibatkan eks Kepala BGN Dadan Hindayana serta eks Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.

Penanganan Kasus Korupsi Tata Kelola Program MBG

Sebelumnya, Kejagung menetapkan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola program MBG. Program MBG seharusnya dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima. Namun, banyak SPPG ditunjuk karena afiliasi dengan petinggi BGN.

Syarief menjelaskan bahwa yayasan yang mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari sebenarnya tidak memenuhi syarat untuk menjadi mitra SPPG. Yayasan-yayasan tersebut memiliki relasi dengan pemilik saudara DH, saudara SS, dan saudara LP.

Source link