Kiai Anshari Ditangkap karena Pelecehan Seksual Terhadap Santriwati
Jakarta, CNN Indonesia — Polisi berhasil menangkap Kiai Anshari (AS), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Timur yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwati. Sebelumnya, AS sempat menghindar dari pemeriksaan polisi yang seharusnya dilakukan awal pekan ini.
Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi membenarkan penangkapan tersebut dilakukan setelah tersangka berencana melarikan diri ke luar kota. “Sudah [ditangkap],” ujar Jaka seperti dilansir dari detikJateng, Kamis (7/5).
Fakta-fakta Kasus Pelecehan Seksual di Pondok Pesantren Pati
- Pelaku adalah Pendiri Pondok Pesantren
- Kasus Sudah Dilaporkan Sejak 2024
- Jumlah Korban mencapai Puluhan
- Pelaku Mendoktrin Korban
- Pondok Pesantren Didirikan pada 2021
- Pesantren Ditutup
Anshari merupakan pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati. AS sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah beberapa santriwati melaporkan perlakuan tidak senonoh yang dilakukan olehnya.
Kasus dugaan pelecehan seksual ini pertama kali dilaporkan pada September 2024 namun mulai menarik perhatian publik kembali pada April hingga Mei 2026. Polisi mencoba memeriksa AS sebagai tersangka awal pekan ini, namun ia kabur tanpa penjelasan. Tersangka berhasil ditangkap setelah mencoba melarikan diri ke beberapa daerah.
Diduga AS melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan santriwati selama periode 2024-2026. Meskipun hanya ada 8 laporan polisi, diperkirakan ada lebih dari 30 santriwati menjadi korban.
Anshari diduga memberikan doktrin kepada korban bahwa seorang santri harus patuh pada guru untuk menyerap ilmu. Modus operandi ini memudahkan pelaku dalam melakukan perbuatan tidak senonoh, yang dilakukan sebanyak 10 kali kepada korban.
Pondok Pesantren Ndholo Kusumo didirikan oleh AS pada tahun 2021. Pondok tersebut memiliki 252 santri, termasuk 112 santriwati.
Kementerian Agama telah menutup pondok pesantren tersebut dan mencabut izinnya. Seluruh santri dilibatkan dalam pembelajaran daring dan akan dipindahkan ke tempat lain untuk melanjutkan pendidikan mereka.




