Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengunjungi SMPN 1 Surabaya untuk meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP. Dia menegaskan bahwa nilai TKA sekarang menjadi komponen penting dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk sekolah lanjutan. Mu’ti berpendapat bahwa integrasi TKA dalam sistem seleksi prestasi bertujuan untuk memperluas standar evaluasi daripada hanya mengandalkan nilai rapor.
TKA dirancang untuk mengukur literasi, numerasi, karakter, dan lingkungan belajar, berbeda dengan ujian nasional sebelumnya. Untuk jenjang SMP, soal disusun oleh pemerintah pusat dan provinsi untuk memetakan kemampuan siswa secara regional. Pelaksanaan TKA secara nasional diharapkan dapat berjalan lancar sebagai instrumen evaluasi baru yang tidak hanya menilai aspek akademik tetapi juga membentuk nilai dan kepribadian siswa.
Meskipun nilai TKA menjadi poin tambahan dalam jalur prestasi SPMB, bukanlah penentu tunggal kelulusan siswa. Kewenangan kelulusan tetap berada di tangan satuan pendidikan masing-masing. Siswa di Surabaya menunjukkan antusiasme tinggi terhadap TKA karena dianggap sebagai tantangan positif dan bukan beban. Evaluasi ini diharapkan membawa peningkatan mutu pendidikan yang inklusif dan bermutu bagi semua siswa.




