Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) serta mempertimbangkan mengurangi gaji anggota kabinet dan DPR, memangkas penggunaan BBM pada kendaraan pemerintah, membatasi penggunaan kendaraan dinas, serta menghentikan sejumlah belanja pemerintah seperti pengadaan kendaraan, pendingin ruangan, dan perabot kantor. Kebijakan lain yang diterapkan antara lain penghentian kunjungan luar negeri dengan dana pemerintah serta pembatasan penggunaan anggaran untuk kegiatan seremonial. Dalam upaya antisipasi dampak krisis global, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa perkembangan situasi global di kawasan Eropa dan Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga BBM. Kenaikan harga energi tersebut dinilai dapat berdampak pada harga pangan sehingga pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah proaktif.
Anwar Abbas, Ketua PP Muhammadiyah, mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut perlu dikaji secara matang agar tidak menimbulkan masalah baru. Menurut Anwar, pemotongan gaji tidak boleh dilakukan sepihak oleh pemerintah karena gaji merupakan hak individu yang melekat pada setiap pejabat. Usulan ini juga diperluas kepada pejabat di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menjadikan isu penghematan sebagai perbincangan penting dalam lingkup pejabat publik. Dengan demikian, langkah-langkah penghematan tersebut tidak hanya mempertimbangkan aspek keuangan, tetapi juga implikasi sosial dan politik yang mungkin timbul. Menariknya, usulan ini menerima tanggapan yang beragam dari berbagai pihak, menunjukkan kompleksitas kebijakan ekonomi dan keuangan yang harus dihadapi dalam situasi global yang berubah-ubah.




