Polemik seputar buku yang menyentuh Presiden ke-7, Jokowi, menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Hal ini semakin memanas setelah pernyataan terbaru dari Juru Bicara PSI, Dian Sandi Utama. Dian memberikan tanggapannya terhadap pernyataan Rismon Sianipar, Pakar Digital Forensik, mengenai keaslian ijazah Jokowi. Menurut Dian, polemik ini sebenarnya dapat dijadikan pembelajaran oleh masyarakat, bukan diakhiri dengan menarik buku dari peredaran. Ia menegaskan bahwa seharusnya buku yang telah menciptakan kontroversi tetap dapat beredar di masyarakat untuk memungkinkan masyarakat menilai sendiri isi dan kebenarannya. Dian juga menekankan pentingnya sikap kritis dalam menyikapi buku-buku yang beredar, terutama karena tidak semua buku mengandung kebenaran. Lebih lanjut, Dian menyebut pentingnya mengenali latar belakang penulis buku untuk memastikan ketepatan isi buku tersebut. Dia juga menyoroti bahwa penggunaan buku sebagai sumber informasi perlu dilakukan dengan hati-hati, terutama setelah contoh-contoh buku yang tak akurat seperti buku Jokowi Undercover dari Bambang Tri. Dalam konteks ini, Dian berbicara tentang kehati-hatian yang perlu diterapkan masyarakat dalam menerima informasi dari berbagai sumber, termasuk dalam membaca buku. Selain itu, Dian juga membahas kelompok yang masih mempercayai isi buku kontroversial tersebut.




