Presiden Prabowo Subianto memiliki ambisi untuk melakukan gentengisasi di seluruh rumah di Indonesia, dengan menggunakan genteng sebagai atap. Namun, hal ini menuai sorotan dan spekulasi apakah ini dilakukan semata-mata untuk estetika atau untuk keuntungan pihak tertentu. Meskipun demikian, Prabowo tetap ingin arahannya ditindaklanjuti di tingkat pemerintah kabupaten dan kota.
Salah satu yang menyoroti ambisi Prabowo adalah konten kreator @mentorpolitik. Dia menilai bahwa kebijakan gentengisasi ini sulit diterapkan secara universal karena keunikan bangunan di setiap rumah akan memengaruhi pelaksanaannya. Ada juga spekulasi yang muncul bahwa gentengisasi dilakukan untuk keuntungan pengusaha batu bara, karena genteng yang akan digunakan berasal dari limbah batu bara.
Pengusaha batu bara diuntungkan dengan mencampur limbah tanah liat untuk membuat genteng. Selain itu, program Koperasi Merah Putih yang digagas Prabowo akan membuat pabrik genteng, yang membuat beberapa pihak berspekulasi terkait motivasinya. Meskipun begitu, Prabowo tetap mempertahankan ambisinya dengan melibatkan seluruh kepala daerah di Indonesia dalam gerakan gentengisasi nasional. Melalui program ini, gentengisasi akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai penghasil genteng lokal yang mudah diakses dan ekonomis.
Prabowo menegaskan bahwa program gentengisasi nasional akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah, dan ia mengajak seluruh kepala daerah untuk aktif terlibat dalam program tersebut. Dengan menggunakan bahan bakunya dari tanah lokal yang dicampur dengan material tertentu, genteng genteng yang dihasilkan akan menjadi alternatif yang ringan namun kuat. Keseriusan Prabowo dalam program ini diharapkan dapat menciptakan atap genteng yang merata di seluruh wilayah Indonesia.




