Program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi sorotan publik setelah video kondisi makanan yang diduga tidak layak dikonsumsi viral di media sosial. Di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pelaksanaan MBG menjadi perhatian utama karena menu yang belum diolah dengan baik. Video yang beredar menunjukkan ais goreng dengan tembolok ayam beserta sisa pakan di dalamnya. Pengguna media sosial, Maria A. Alkaf, mengkritik kualitas MBG yang jauh dari klaim pejabat serta tidak mencerminkan program bergizi dan aman, terutama bagi anak-anak. Ia menekankan pentingnya aspek kebersihan dan keamanan pangan dalam program tersebut.
Reaksi keras dari warganet terhadap video tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kontrol kualitas MBG, mulai dari bahan baku hingga distribusi kepada penerima manfaat. Banyak yang khawatir bahwa kondisi tersebut dapat membahayakan kesehatan, terutama anak-anak yang menjadi target utama program MBG. Zulkifli Hasan, Menko Pangan, menekankan bahwa program ini membutuhkan dukungan dari organisasi kemasyarakatan, seperti Muhammadiyah dan Aisyiyah, agar dapat berjalan dengan maksimal. Tujuan dari program MBG adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan makanan bergizi secara gratis. Zulkifli mengungkapkan bahwa sumber daya manusia yang unggul akan mampu mendorong pembangunan negara, dan asupan makanan yang bergizi merupakan kuncinya. Program MBG tahun ini akan menyasar 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.



