Pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, telah dimulai pada Rabu pagi. Proses pembongkaran dilakukan secara bertahap dan melibatkan 109 tiang di sepanjang ruas jalan tersebut. Hadir dalam acara pembongkaran tersebut adalah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, dan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
Sutiyoso menyatakan rasa leganya karena tiang monorel yang mangkrak selama puluhan tahun di Jalan Rasuna Said akhirnya dibongkar. Beliau mengungkapkan bahwa pada tahun 2003, ketika masih menjabat sebagai gubernur, ia telah melibatkan para pakar transportasi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Sutiyoso juga menjelaskan bahwa pada saat itu, ia mengadopsi empat moda transportasi yang terintegrasi, termasuk MRT, monorel, busway, dan waterway.
Meskipun proyek pembangunan monorel telah direncanakan sejak tahun 2004 dengan investor dari China, namun proyek tersebut tidak berlanjut setelah Sutiyoso meninggalkan jabatannya pada tahun 2007. Sutiyoso juga menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Gubernur Pramono dalam membereskan tiang monorel yang mangkrak karena dinilai merusak estetika kota. Proses pembongkaran ini diharapkan selesai pada September 2026 dengan biaya sekitar Rp. 254 juta.
Pramono Anung menegaskan bahwa pembongkaran tiang monorel dilakukan pada malam hari tanpa mengganggu lalu lintas. Meskipun sebelumnya telah dilakukan upaya untuk meminta PT Adhi Karya untuk membongkar tiang tersebut, namun keterlambatan dalam realisasi memaksa Pemprov DKI Jakarta untuk mengambil langkah tersebut. Semoga dengan proses pembongkaran ini, estetika kota Jakarta dapat dipulihkan dan lalu lintas tetap lancar.




