Seorang pelapor dalam kasus dugaan penipuan trading kripto yang melibatkan pendiri Akademi Crypto, Timothy Ronald, Younger, mengungkapkan bagaimana awalnya tertarik untuk terlibat dalam dunia kripto setelah terpesona dengan gaya hidup yang ditunjukkan oleh Timothy melalui media sosial. Ketertarikan Younger pada gaya hidup Timothy yang mewah dan sukses membuatnya ingin mengikuti jejak pendiri Akademi Crypto tersebut. Dalam pengakuannya setelah diperiksa oleh penyidik Ditresiber Polda Metro Jaya, Younger menyatakan bahwa pengaruh Timothy sebagai influencer yang terkenal membuatnya tertarik untuk terjun ke dunia kripto.
Menurut Younger, hal tersebut membuatnya bergabung dengan Akademi Crypto yang didirikan oleh Timothy, meskipun ia harus mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah untuk menjadi anggota. Investment yang cukup besar tersebut tidak membuat Younger ragu, karena ia percaya pada potensi keuntungan besar yang dijanjikan. Namun, dalam perjalanannya, Younger justru mengalami kerugian yang signifikan karena investasinya pada Koin Manta tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan.
Kerugian tersebut membuat Younger merasa terkecoh dan kecewa, karena meskipun sudah merugi, Timothy justru menyarankan agar terus untuk membeli Koin Manta. Keterlibatan Younger dalam kasus ini mengungkap bagaimana proses penipuan trading kripto yang dilakukan oleh Timothy dan Kalimasada, seorang trader kripto, yang akhirnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut juga telah diunggah di media sosial, menunjukkan bahwa korban sekarang telah memberanikan diri untuk melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.




