Prabowo Subianto

Puan Sebut Pihak Ganjar dan Anies Sudah Berkomunikasi, Nusron Wahid: Kami Berfokus untuk Menghemat Uang Rakyat

Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional Prabowo Gibran, Nusron Wahid, merespons dengan santai pernyataan Puan Maharani yang menyebut adanya jalinan komunikasi antara pihak Anies...
HomeBeritaBiden Memperkuat Tekanan Terhadap Netanyahu

Biden Memperkuat Tekanan Terhadap Netanyahu

Presiden AS Joe Biden menekankan pentingnya Israel dalam mempertahankan warganya sambil melindungi warga sipil Palestina di Gaza. Hal ini dikemukakan oleh Biden dalam pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, seperti yang dinyatakan oleh Gedung Putih.

Biden juga menekankan perlunya “meningkatkan akses aliran bantuan kemanusiaan secara segera dan signifikan untuk memenuhi kebutuhan warga sipil di Gaza.” Pernyataan ini mengikuti disahkannya resolusi PBB tentang gencatan senjata dan perluasan akses bantuan kemanusiaan di Gaza.

Namun, sayangnya setelah resolusi ini disahkan, Israel justru memperluas serangan daratnya di Gaza. Mereka menggunakan lebih banyak infanteri dan artileri untuk menyerang dan menghancurkan beberapa rumah sakit di Gaza, termasuk RS Al-Quds dan RS Indonesia. AS dan negara-negara Barat yang masih membela Israel menolak resolusi PBB.

Israel menolak seruan untuk melakukan jeda gencatan senjata di Gaza karena sekutu-sekutu Baratnya telah sepakat mengusulkan “jeda kemanusiaan” atau penghentian sementara pemboman. Situasi bencana kemanusiaan ini telah menyebabkan negara-negara besar menyerukan Israel untuk mengizinkan jeda kemanusiaan agar bantuan dapat masuk dan sandera Israel yang ditahan oleh kelompok militan Hamas dapat dibebaskan.

Permasalahan ini telah menyebabkan perpecahan publik pertama antara Israel dan para pendukungnya, termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, dan anggota G7 lainnya seperti Jepang, atas kampanye ini.

“Israel menentang jeda kemanusiaan atau gencatan senjata saat ini,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Lior Haiat, pada hari Jumat. Sementara itu, seorang pejabat senior Israel mengatakan bahwa seruan untuk jeda dalam pertempuran terlihat sebagai “niat yang buruk”.

Israel berpendapat bahwa setiap jeda dalam pertempuran akan menguntungkan Hamas, yang berusaha untuk menghancurkan Israel, dan bahwa bantuan seperti air, bahan bakar, makanan, dan obat-obatan akan dialihkan kepada para pejuang Hamas.

“Dengan adanya gencatan senjata, Hamas akan memiliki waktu untuk menguatkan diri sehingga mereka dapat melancarkan serangan terhadap kami lagi,” kata Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan.

Sumber: Republika