Aksi Begal di Kota Bandung Semakin Meresahkan Warga
Jakarta, CNN Indonesia – Aksi begal di Kota Bandung saat ini semakin meresahkan masyarakat setempat. Tidak hanya terjadi di malam hari, melainkan juga siang hari. Masyarakat melalui media sosial menyebut kota Bandung saat ini sebagai daerah dengan tingkat kejahatan tinggi. Berbagai kasus begal telah terjadi dalam dua bulan terakhir.
Serangkaian Kasus Begal di Kota Bandung
Pada awal Mei, seorang kurir paket menjadi korban pembegalan di siang hari. Begal juga tidak segan menyerang pengemudi ojek online, seperti yang terjadi di pertengahan Juni lalu. Selain itu, kasus begal dengan modus debt collector juga marak, seperti yang menimpa seorang warga di Jalan BKR, Kecamatan Regol. Tindakan cepat polisi mengamankan tiga pelaku dalam kurun waktu dua jam setelah kejadian. Kasus perampasan telepon genggam juga tidak jarang terjadi, seperti yang menimpa seorang pria di Jalan Babakan Ciparay.
Terbaru, pada Jumat (17/7) kemarin, seorang pria kembali menjadi korban begal di daerah Kampus Maranatha, Sukajadi. Serangan dari komplotan begal membuat korban terluka saat mempertahankan barang berharganya.
Langkah Polisi dalam Mengatasi Aksi Begal di Kota Bandung
Jajaran Polrestabes Bandung mengakui bahwa aksi begal kembali marak di kota Bandung. Wakapolrestabes Bandung, AKBP Dedi Supriyadi, menyatakan pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat terkait kejahatan jalanan yang meningkat.
Untuk mengatasi masalah ini, kepolisian telah meningkatkan patroli malam dengan program Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Setiap polsek kini menempatkan personel di 4 hingga 5 titik rawan, terutama pada jam-jam rawan dini hari.
Polrestabes Bandung siap untuk menindak tegas para pelaku begal yang meresahkan masyarakat. Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, memerintahkan seluruh personel kepolisian untuk bertindak tegas, meskipun dengan tetap menghormati hak asasi manusia. Piper menegaskan bahwa penanggulangan aksi begal merupakan salah satu prioritas utama kepolisian di wilayah Jawa Barat.
Pipit juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam menekan angka kejahatan jalanan, termasuk aksi begal. Dengan respon yang cepat dan responsif, diharapkan aksi begal di Kota Bandung dapat diminimalisir.




