spot_img

Prabowo Subianto

Spesifikasi dan Harga Honda All New Vario 125 Terbaru 2025

Honda All New Vario 125 telah diperkenalkan sebagai generasi terbaru dalam kategori motor matic 125 cc. Motor ini menawarkan desain, fitur, dan teknologi lampu...
HomePolitikSultan HB X dan Pembubaran Ibadah Jemaat Gereja di Bantul: Analisis SEO

Sultan HB X dan Pembubaran Ibadah Jemaat Gereja di Bantul: Analisis SEO

Mengapa Gubernur DIY Merespons Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul?

Pada Senin (25/5), Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan tanggapannya terkait kabar pembubaran aktivitas ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Glugo, Panggungharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, DIY. Menurut Sultan, perbedaan adalah hal yang tidak bisa dihindari dalam masyarakat.

Perbedaan sebagai Keniscayaan dalam Kehidupan Manusia

Sultan mengungkapkan bahwa setiap manusia diciptakan dengan latar belakang yang berbeda-beda, baik dari segi ras, agama, maupun asal usul. Ia menegaskan bahwa keberagaman merupakan keniscayaan dalam kehidupan manusia, sehingga tidak ada pihak yang paling benar dalam menyikapi perbedaan.

“Jadi sebetulnya itu perbedaan itu keniscayaan. Memang ciptaannya begitu, bukan dia yang paling bener sendiri, enggak ada. Ya masalah kesadaran aja,” ujar Sultan.

Sebelumnya, aktivitas ibadah jemaat GMS di Glugo, Panggungharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, DIY dibubarkan oleh sekelompok ormas pada Minggu (24/5). Dalam menjelaskan duduk perkara peristiwa ini, Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul, Yulius Suharta, menyampaikan bahwa terdapat penolakan terhadap ibadah GMS di bangunan baru yang digunakan sebagai tempat ibadah, yang dipertanyakan terkait status izin.

Yulius menyebut bahwa pemerintah telah berupaya mengantisipasi persoalan tersebut dan rapat koordinasi digelar untuk menentukan langkah lanjutan terkait peristiwa ini. GMS telah memegang Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL) dari Kanwil Kemenag, namun Pemkab Bantul akan meninjau dokumen tersebut untuk memastikan keabsahannya.

Rapat koordinasi lanjutan dijadwalkan siang ini bersama Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan jajaran Forkopimda untuk menindaklanjuti peristiwa pembubaran ibadah jemaat GMS di Bantul.

Source link