RSUD Kota Bekasi Terus Identifikasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Jakarta, CNN Indonesia — RSUD Kota Bekasi terus melakukan pendataan dan identifikasi terhadap korban tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Pendataan terpadu ini merinci sebaran puluhan penumpang yang dievakuasi, baik korban luka-luka maupun korban meninggal dunia, yang kini ditangani di berbagai fasilitas kesehatan rujukan.
Proses Pendataan Korban
Berdasarkan informasi di posko darurat RSUD Kota Bekasi, sebaran korban kecelakaan tersebut dilarikan ke 11 rumah sakit berbeda yang berada di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi guna percepatan penanganan medis.
Beberapa pasien yang teridentifikasi menderita luka ringan terpantau sudah diizinkan untuk pulang dan menjalani rawat jalan. “Sebanyak 15 orang sudah pulang tadi pagi, karena memang bisa lanjut rawat jalan,” ujar Direktur Utama RSUD Kota Bekasi Ellya Niken Prastiwi, Selasa (28/4).
Data Identitas Korban
Berikut adalah rincian lengkap data identitas korban berdasarkan papan informasi darurat RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi:
RSUD Kota Bekasi
- Desvita, perempuan, 56 tahun
- Ahmad Nur Syahril, laki-laki, 28 tahun
- Subur Sagita, laki-laki, 51 tahun
- Shofi Salsabila, perempuan, 24 tahun
- Siti Maryam, perempuan, 37 tahun
- Rifan Mandhara, laki-laki, 32 tahun
RS Bella Bekasi
- Michelle Chan
- Suwanto
- Ristuti Kustirahayu
RS Mitra Keluarga Bekasi Timur
- Safira Anastasya (Pulang)
- Ermi (Pulang)
- Jayanti Puji Lestari
RS Primaya Bekasi Timur
- Ny. Qonita
- Ny. Allana
- Tn. Vebrian (Pulang)
Sementara itu, Rumah Sakit Polri Kramat Jati menerima total 10 kantung jenazah korban kecelakaan maut antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Karumkit RS Polri Brigjen Prima Heru mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan proses identifikasi terhadap seluruh korban. Ia menjelaskan seluruh korban yang diterima merupakan perempuan.




