Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, memberikan tanggapannya terhadap maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kepala daerah di wilayahnya. Sebanyak tiga kepala daerah di Jatim terjerat kasus korupsi dalam satu tahun terakhir. Khofifah mengungkapkan bahwa upaya pencegahan korupsi telah dilakukan secara intensif dengan adanya kanal komunikasi khusus antara kepala daerah di Jawa Timur dan tim Bagian Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK. Mantan Menteri Sosial ini menambahkan bahwa KPK telah memanggil para kepala daerah secara personal untuk memberikan sosialisasi tentang tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Kasus terbaru yang melibatkan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menambah panjang daftar kepala daerah di Jatim yang terlibat dalam kasus korupsi. Sebelumnya, Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko juga terjerat operasi yang dilakukan oleh KPK. Khofifah menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh jajaran pemerintahan di Jatim untuk menjaga tata kelola pemerintahan yang baik. Seluruh kasus yang terjadi diserahkan kepada KPK, yang memiliki kewenangan untuk menanganinya.




