Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berinisiatif untuk membersihkan hampir satu ton sampah yang dibuang sembarangan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Kegiatan bersih-bersih massal ini dilakukan selama periode penutupan sementara kawasan tersebut untuk pemulihan ekosistem. Tim gabungan dari TNBTS berhasil mengumpulkan total 963 kilogram sampah, yang sebagian besar terdiri dari bungkus makanan dan botol plastik dari berbagai titik krusial di kawasan konservasi. Sampah tersebut disisir dari Lautan Pasir, Parkiran Jip, Area Pura, Jemplang, Watu Gede, Bantengan, Watangan, penanjakan, Bungkah, hingga Widodaren sebelum dialihkan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Poncokusumo di Kabupaten Malang.
Partisipan aksi bersih-bersih ini melibatkan 128 peserta, termasuk personel internal TNBTS, pengemudi jip, pelaku perhotelan, pedagang kaki lima (PKL), dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP). Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, menekankan bahwa setiap jip wisata telah difasilitasi dengan kantong sampah, dan aturan larangan membuang sampah di area taman nasional harus dipatuhi demi menjaga marwah kawasan konservasi. Penutupan kawasan Gunung Bromo sendiri dilakukan untuk aktivitas wisata mulai 6 hingga 12 April 2026, sebagai bagian dari upaya konservasi untuk memulihkan ekosistem dan meningkatkan standar layanan pariwisata.




