Pegiat media sosial, Yusuf Dumdum, mengomentari rencana keluarga mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Noel Ebenezer, yang akan mengajukan pengalihan penahanan menjadi tahanan rumah. Menurutnya, langkah ini dipicu oleh perlakuan istimewa KPK terhadap Yaqut Cholil Qoumas yang sebelumnya diberikan fasilitas tahanan rumah. Yusuf memperingatkan bahwa kebijakan ini berpotensi memicu efek domino dan merusak citra lembaga antirasuah.
Ia menyebut bahwa pemberian tahanan rumah kepada Yaqut bisa membuka peluang bagi tahanan korupsi lain untuk mengajukan hal serupa. Dikhawatirkan jika kebijakan ini diikuti oleh banyak pihak, akan menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Yusuf menekankan agar kebijakan tersebut tidak semakin memperburuk reputasi KPK yang dinilainya sudah tergerus. Selain itu, ia juga menyoroti potensi penyalahgunaan kebijakan ini sebagai celah baru untuk praktik korupsi. Ia menegaskan bahwa penanganan kasus korupsi harus dijalankan dengan tegas dan tidak dibiarkan menjadi ajang transaksi yang merugikan.




