Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri memperkirakan akan terjadi dua gelombang puncak arus mudik Lebaran 2026, yaitu pada 14-15 dan 18-19 Maret mendatang. Direktur Tindak Pidana Umum (Dirgakum) Korlantas Mabes Polri, Brigjen Pol Faizal, menyatakan bahwa persiapan personel dan penempatan posko telah dilakukan secara matang berdasarkan prediksi ini. Menurut Faizal, fokus Korlantas akan difokuskan pada sterilisasi kerawanan di lima karakteristik lokasi.
Pertama, penjagaan jalan tol dan rest area menjadi perhatian utama. Faizal menyebut rest area sebagai titik penting yang dipantau melalui sistem digital untuk menginformasikan jumlah kendaraan secara real-time. Informasi mengenai ketersediaan parkir akan disebarkan melalui radio, media sosial, dan petugas di lapangan. Disamping itu, jalan arteri, jalan nasional yang rawan kemacetan, pelabuhan penyeberangan, bandara, terminal, dan stasiun menjadi fokus berikutnya. Polri memastikan sistem antrean dan penggunaan dermaga tambahan berjalan lancar.
Kemudian, tempat wisata, area modifikasi kendaraan, serta tempat ibadah juga menjadi konsentrasi Polri. Pos pemeriksaan akan ditempatkan di titik-titik strategis, seperti di KM 81 jalur Jakarta-Cikampek. Faizal juga menekankan kesiapan 10 jalan tol selama arus mudik dan arus balik, dengan tol Jabar Selatan (Cipeuyeum-Cisokan) dan tol Sukabumi menjadi alternatif untuk mengatasi titik kritis di Pasar Cibadak. Tol fungsional diharapkan dapat membantu mengalirkan kendaraan dan mengurangi beban di jalur utama.




