Dea Anugrah, Co-Founder Malaka Project, menjadi perbincangan setelah jejak digitalnya yang terkait dengan Israel dan Palestina kembali mencuat di media sosial. Salah satu cuitan Dea di Twitter pada tahun 2014 mengucapkan salam kepada akun @Israel dan @israelnetwork menjadi perhatian. Meskipun kemudian Dea mengakui cuitan tersebut serta jejak digital lain yang menuai kritik.
Dea mengungkapkan penyesalannya melalui akun Twitter pribadinya, meminta maaf atas kesalahannya yang diakuinya sebagai bodoh, jahat, dan insensitif. Meski pada awalnya lupa dengan cuitan tersebut, Dea menjelaskan bahwa cuitan tersebut hanya muncul karena kebodohan dan tidak ada agenda terselubung di baliknya.
Walau pada masa lampau sikap Dea terhadap genosida di Palestina mungkin berbeda, kini dia menyebut bahwa waktu dapat mengubah pandangannya. Dia kini mendukung kemerdekaan Palestina, bahkan mencabut pendukungannya terhadap solusi dua negara dan menyatakan dukungannya untuk kemerdekaan Palestina.
Meskipun adanya sorotan atas cuitan lamanya, Dea menegaskan bahwa dia tidak pernah terlibat dalam upaya apapun untuk memoles citra Israel. Dia mengklarifikasi bahwa cuitan-cuitannya semata-mata adalah hasil dari kebodohan pribadinya. Dea berharap bahwa pengalaman ini dapat menjadi pembelajaran dan dia meminta maaf kepada siapapun yang terlukai oleh cuitan-cuitannya.




