Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palengaan menjadi sorotan publik karena pembagian satu butir kelapa muda untuk dikonsumsi selama dua hari kepada 2.030 siswa. Menurut pegiat media sosial, Jhon Sitorus, kebijakan ini dianggap tidak masuk akal dalam pemenuhan gizi anak. Ia menyatakan bahwa pembagian tersebut merupakan pelecehan kepada rakyat dan anak-anak bangsa. Jhon mempertanyakan dasar perhitungan gizi yang digunakan dalam program tersebut.
Meskipun program MBG memiliki tujuan baik, Jhon menilai bahwa perlu dilakukan evaluasi menyeluruh agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan berasal dari kebencian terhadap program, melainkan bentuk kepedulian. Menurutnya, program tersebut menggunakan anggaran negara yang merupakan pajak rakyat, sehingga penting untuk diawasi dengan seksama.
Jhon menyatakan bahwa program MBG seharusnya dievaluasi dan bahwa Presiden seharusnya bertindak terhadap masalah ini daripada mengancam orang-orang kritis. Ia pun mengingatkan bahwa kritik terhadap MBG bukanlah bentuk kebencian, melainkan upaya monitoring terhadap penggunaan anggaran publik. Dengan demikian, program tersebut harus dinilai dengan cermat untuk memastikan bahwa tujuan gizi anak terpenuhi dengan baik.



