Kunjungan Ketua Kagama Cirebon Raya, Heru Subagia, ke kediaman Presiden ke-7 RI, Jokowi di Solo tidak hanya membahas kontroversi seputar dugaan ijazah palsu, tetapi juga mengungkapkan informasi menarik lainnya. Salah satunya adalah kepastian bahwa Jokowi tidak akan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar. Meski Heru membenarkan ketidakhadiran tersebut, alasan di balik keputusan Jokowi tidak datang ke Makassar tidak dijelaskan dalam pertemuan tersebut.
Kabar ini mengejutkan karena sebelumnya beredar informasi bahwa Jokowi akan memberikan ceramah di Rakernas PSI di Makassar. Selain itu, dalam pertemuan tersebut, Heru juga membocorkan bahwa pembahasan meliputi dinamika politik PSI dan kontribusi Jokowi terhadap elektabilitas partai. Menariknya, Jokowi juga disebut mengungkapkan potensi elektabilitas PSI akan meningkat hingga 20 persen jika dirinya terlibat langsung dalam struktur partai.
Pertemuan antara Heru, Jokowi, dan rombongan memberikan gambaran yang menarik mengenai dinamika politik dan kontribusi tokoh-tokoh terkemuka terhadap partai politik. Kemungkinan partisipasi Jokowi dalam PSI juga menciptakan spekulasi baru terkait peranan politiknya dan dampaknya terhadap elektabilitas partai. Semua informasi ini memberikan wawasan yang menarik bagi publik mengenai perkembangan politik di tanah air.




