Sebagai seorang diplomat senior dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal menyoroti keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Djalal menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk tetap mempertahankan kedaulatan dan sikap mandiri dalam forum internasional tersebut, daripada hanya menjadi pengikut agenda sepihak. Melalui akun media sosial pribadinya, Dino Patti Djalal mengkritik penjelasan Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, terkait Dewan Perdamaian yang dianggapnya masih terlalu abstrak dan normatif. Djalal juga menyuarakan kekhawatirannya tentang potensi dominasi Donald Trump dalam pengambilan keputusan Dewan Perdamaian, yang bisa membuat anggota dewan hanya mengikuti arahan Trump tanpa mempertimbangkan sudut pandang lainnya. Djalal menegaskan perlunya menjaga agar anggota Dewan Perdamaian tidak tersisihkan atau diposisikan sebagai ‘anak buah’ Trump, mengingat keputusan-keputusan kontroversial yang seringkali diambil oleh presiden AS tersebut.




