Sebagian besar negara anggota Majelis Umum PBB mendukung resolusi yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza. Resolusi ini disetujui dengan 153 suara mendukung, 23 abstain, dan ditolak oleh 10 negara.
Amerika Serikat dan Israel termasuk di antara negara yang menolak gencatan senjata. Selain itu, ada delapan negara lain yang menolak gencatan senjata, yaitu Austria, Republik Ceko, Guatemala, Liberia, Micronesia, Nauru, Papua Nugini, dan Paraguay.
Walaupun resolusi ini tidak mengikat, namun menjadi indikator opini dunia. Saat pemungutan suara menunjukkan hasil, ruang sidang umum PBB riuh dengan tepuk tangan. Perwakilan Palestina juga ikut bertepuk tangan, sedangkan perwakilan Israel bermain ponsel.
“Kami semua berterima kasih pada mereka yang mendukung penyusunan resolusi yang diadopsi dengan suara mayoritas yang besar, ini mencerminkan posisi internasional untuk menyerukan penegakan resolusi ini,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk PBB Abdulaziz Alwasil, seperti dikutip Aljazirah, Rabu (13/12/2023).
Pemungutan suara dilakukan saat tekanan internasional terhadap Israel untuk mengakhiri pengebomannya di Gaza semakin meningkat.
Pemungutan suara di Majelis Umum dilakukan setelah resolusi Dewan Keamanan PBB yang juga menyerukan gencatan senjata kemanusiaan gagal disahkan karena veto dari AS. Washington menjadi satu-satunya negara yang tidak setuju dengan gencatan senjata, sementara Inggris abstain.