Pigai Balas Komentar Komnas HAM mengenai Tim Asesor dan Penembakan di Puncak Papua
Kontroversi seputar rencana pembentukan tim asesor oleh Kementerian HAM untuk aktivis telah menarik perhatian publik. Salah satu yang memberikan tanggapan keras adalah mantan Ketua Komnas HAM, Natalius Pigai, yang menyebut rencana tersebut sebagai upaya untuk mengendalikan gerakan aktivis di Indonesia.
Polemik Tim Asesor Aktivis
Polemik ini semakin memanas setelah Komnas HAM menyatakan bahwa penembakan yang terjadi di Puncak Papua juga menjadi sorotan dalam rencana pembentukan tim asesor ini. Menurut Pigai, penembakan tersebut menunjukkan bahwa negara tidak memberikan perlindungan yang cukup bagi aktivis yang berjuang untuk keadilan di Papua.
Ia menegaskan bahwa upaya Kementerian HAM untuk membentuk tim asesor bagi aktivis seolah-olah ingin mengawasi gerakan mereka dan menekan kritik-kritik yang disampaikan. Pigai menilai langkah ini tidak sejalan dengan semangat demokrasi dan hak asasi manusia yang seharusnya dilindungi oleh negara.
Tanggapan Tegas dari Pigai
Dalam konteks penembakan di Puncak Papua, Pigai menuntut negara untuk bertindak tegas dalam menjamin keamanan dan perlindungan bagi aktivis. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut harus diusut tuntas tanpa pandang bulu, dan pelakunya harus diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.
Selain itu, Pigai juga menegaskan bahwa keberadaan tim asesor bagi aktivis sebaiknya dibatalkan, karena dapat menghambat gerakan advokasi yang dilakukan oleh mereka. Ia menyerukan agar aktivis tetap diberikan ruang untuk menyuarakan aspirasi dan mengkritisi kebijakan pemerintah tanpa harus ditakuti akan diawasi dan dinilai oleh pihak yang seharusnya menjadi pembela hak asasi manusia.




