spot_img

Prabowo Subianto

Spesifikasi dan Harga Honda All New Vario 125 Terbaru 2025

Honda All New Vario 125 telah diperkenalkan sebagai generasi terbaru dalam kategori motor matic 125 cc. Motor ini menawarkan desain, fitur, dan teknologi lampu...
HomeBeritaKomentar Kontroversial Menpar Widiyanti Kunjungi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib

Komentar Kontroversial Menpar Widiyanti Kunjungi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib

Menpar Widiyanti Disorot Pakai Sepatu Saat Kunjungi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana kembali mendapat sorotan usai mengunjungi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Kali ini, sorotan ditujukan pada pilihannya untuk tetap mengenakan sepatu dalam kunjungannya ke masjid tersebut.

Kritik Publik

Kehadiran Menpar Widiyanti dalam acara peringatan hari lahir (haul) Syekh Muhammad Zaki Al Yamani Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi sorotan publik karena penggunaan sepatu yang dianggap tidak pantas di tempat ibadah.

Keputusan Menpar Widiyanti untuk tidak melepas sepatu saat memasuki masjid menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk netizen di media sosial yang menyoroti sikapnya yang dianggap tidak menghormati aturan dan norma di lingkungan tempat ibadah.

Respon dari Menpar Widiyanti

Meskipun menuai kritikan, Menpar Widiyanti memberikan tanggapan terkait kontroversi ini. Melalui akun media sosial pribadinya, ia menyampaikan permintaan maaf atas kekurangcermatannya dalam menghormati tempat ibadah.

Menpar Widiyanti menjelaskan bahwa kunjungannya ke masjid tersebut bersifat spontan tanpa pemberitahuan sebelumnya, sehingga ia tidak sempat mengetahui aturan dan tata tertib yang berlaku. Namun demikian, ia tetap menyampaikan penyesalannya dan akan lebih berhati-hati di masa mendatang.

Diharapkan kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya pejabat publik, untuk selalu menghormati aturan dan norma yang berlaku di lingkungan sekitar, termasuk dalam mengunjungi tempat ibadah yang memerlukan sikap dan perilaku tertentu sebagai bentuk penghormatan.

Source link