Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait anggaran operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengatasi informasi yang menyesatkan. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa angka-angka fantastis yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Menurut Dadan, tudingan pengadaan alat makan senilai triliunan rupiah dan laptop sebanyak 32.000 unit adalah informasi yang salah.
Dadan menjelaskan bahwa pengadaan barang operasional dilakukan dengan efisiensi ketat, dan angka yang beredar jauh lebih besar dari yang sebenarnya. Misalnya, Dadan menyatakan bahwa sepanjang tahun 2025, BGN hanya mengadaan 5.000 unit laptop, bukan 32.000 unit seperti yang dikabarkan sebelumnya. Selain itu, Dadan mematahkan isu mengenai anggaran alat makan sebesar Rp4 triliun dengan data resmi yang menunjukkan bahwa realisasi anggaran hanya sekitar Rp68,94 miliar dari pagu anggaran Rp215 miliar.
Selain itu, Dadan juga mengklarifikasi isu seputar pengadaan kaos kaki viral yang menjadi perbincangan netizen. Ia menegaskan bahwa BGN tidak terlibat dalam pengadaan benda tersebut secara langsung. Dengan penjelasan yang diberikan, BGN berharap dapat mengatasi kegaduhan yang terjadi di masyarakat seputar anggaran Program Makan Bergizi Gratis dan kembali fokus pada tujuan utama program tersebut.




