Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menimbulkan reaksi keras setelah mengeluhkan fenomena pengamat, dengan sutradara film dokumenter ‘Dirty Vote’, Dandhy Laksono, memberikan kritik tajam. Dandhy menganggap situasi di lapangan yang lebih mendesak harus menjadi perhatian pemerintah, mengaitkan pernyataan Teddy dengan peristiwa serius seperti polisi menembak di Dogiyai dan tentara menggunakan air keras di Jakarta.
Dandhy menyarankan agar pejabat fokus pada masalah-masalah tersebut daripada terganggu oleh kritik para pengamat. Sebelumnya, Teddy Indra Wijaya telah memberikan perhatian terhadap fenomena banyaknya komentar publik dari berbagai kalangan, menyebut bahwa tidak semua pengamat memiliki dasar keahlian atau data yang memadai, yang berpotensi membentuk opini yang tidak didasari fakta.
Teddy juga menyoroti lonjakan jumlah pengamat di berbagai bidang, menilai bahwa banyak dari mereka berbicara di luar bidang keahliannya. Ia mengakui adanya fenomena ‘inflasi pengamat’ di mana banyak orang yang menyebut diri sebagai pengamat namun tidak memiliki latar belakang yang sesuai. Meta: Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menerima kritik dari sutradara Dandhy Laksono terkait perhatian pemerintah yang lebih penting dari pada kritik pengamat, menyebut adanya ‘inflasi pengamat’ dalam berbagai bidang.




