Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 tetap sesuai jadwal, meskipun perang masih berlangsung di Timur Tengah. Menurutnya, tidak ada perubahan terkait jadwal pemberangkatan calon jemaah haji. Kementerian Haji dan Umrah telah menyiapkan segala persiapan untuk pemberangkatan tersebut, dan tinggal menunggu hari yang ditentukan. Irfan menyebut persiapan tersebut mirip dengan menyelenggarakan acara pernikahan yang memerlukan persiapan matang sebelum hari H.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran proses haji. Irfan berharap ketegangan di Timur Tengah bisa mereda, sehingga umat Islam dari seluruh dunia dapat beribadah haji dengan kondisi yang aman dan tenteram. Ia juga menyoroti dampak perang yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang kemudian berdampak pada negara-negara Teluk seperti Arab Saudi. Gus Irfan berharap agar konflik tersebut bisa segera mereda agar umat Muslim dapat melaksanakan ibadah haji dengan tenang dan khusyuk.




