Pemerintah dikritik setelah menggugurkan wacana sekolah daring dalam rangka efisiensi BBM, dianggap sebagai contoh trial error. Herwin Sudikta, seorang pegiat media sosial, menyebutkan bahwa tindakan ini menunjukkan kurangnya kematangan dalam komunikasi publik pemerintah sejak awal. Menurutnya, seharusnya rencana sekolah daring dievaluasi secara menyeluruh sebelum disampaikan kepada publik untuk menghindari kekacauan di masyarakat. Pembatalan kebijakan ini menurut Herwin, menampilkan kelemahan dalam komunikasi publik pemerintah, yang mana kebijakan diumumkan terlebih dahulu namun ditarik kembali setelah mendapat reaksi negatif dari masyarakat.
Herwin juga menyoroti fakta bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan tanpa ada perubahan, meskipun pemikiran logis efisiensi BBM menjadi dasar dari wacana sekolah daring. Hal ini menuai kritikan, bahwa program MBG tetap berjalan seolah tidak ada masalah, padahal bertolak belakang dengan logika yang digunakan dalam pembatalan wacana sekolah daring. Menurut Herwin, hal ini bukan hanya soal pembatalan kebijakan, namun juga mencerminkan cara berpikir dalam merumuskan kebijakan publik. Ia menegaskan bahwa kebijakan publik seharusnya melalui penelitian yang matang sebelum diumumkan kepada masyarakat, untuk mencegah adanya kekacauan lebih lanjut.




