Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan pandangannya mengenai dampak konflik antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat terhadap ekonomi global. SBY mencatat bahwa fluktuasi harga energi yang terjadi telah mempengaruhi banyak negara, termasuk Indonesia. Saat berada di Singapura, SBY mengamati langsung perkembangan pasar global terutama dalam hal harga minyak, gas, dan bahan bakar minyak. Ia menyebut bahwa melihat fluktuasi harga energi yang tidak stabil dapat berdampak negatif pada perekonomian dunia.
Menurut SBY, dampak dari konflik tersebut sudah mulai terlihat melalui pergerakan harga energi yang tidak stabil dan berpotensi mempengaruhi ekonomi negara-negara lain. Ia menekankan bahwa meskipun harga energi masih fluktuatif, dampak buruknya telah dirasakan oleh semua negara, termasuk Indonesia. SBY juga mencatat bahwa sejumlah negara telah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi tekanan ekonomi yang diakibatkan oleh situasi tersebut. Ia mendorong Indonesia untuk tidak panik, namun tetap melakukan langkah-langkah antisipasi yang tepat dan cepat agar dapat menghadapi dampak dari fluktuasi harga energi global.




