Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus berupaya untuk meningkatkan hunian sementara (huntara) bagi pengungsi bencana di Sumatera. Langkah ini disertai dengan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk mengurangi jumlah pengungsi yang masih tinggal di tenda akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data terbaru per 10 Maret menunjukkan bahwa sebanyak 14.725 unit huntara sudah selesai dibangun dari total target 18.697 unit. Wilayah Aceh menjadi yang terbanyak dengan 12.926 unit huntara sudah dibangun dari total 16.847. Di Sumut dan Sumbar juga telah selesai membangun huntara yang ditargetkan. Selain huntara, Satgas juga sedang membangun hunian tetap (huntap) dengan 1.463 unit dari target 36.669 sedang dalam proses pembangunan. Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) juga terus disalurkan kepada korban bencana yang tidak tinggal di huntara. Upaya percepatan pembangunan ini berdampak signifikan pada penurunan jumlah pengungsi di tenda. Berbagai langkah dilakukan untuk memulihkan konektivitas, termasuk perbaikan jalan dan jembatan yang masih bersifat fungsional. Dengan semakin pulihnya infrastruktur dasar, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik kembali normal. Pemerintah juga fokus pada pemulihan layanan dasar seperti listrik dan jaringan komunikasi, serta memprioritaskan penanganan jembatan darurat yang masih dibutuhkan untuk konektivitas yang lebih baik. Selain itu, pemerintah juga mengutamakan partisipasi TNI dan Polri dalam pemulihan infrastruktur terdampak bencana.




