Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menekankan pentingnya rehabilitasi tata kelola daerah aliran sungai (DAS) di wilayah industri tambang dan pengolahan mineral. Hal ini dikemukakannya sebagai respons terhadap tragedi banjir di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Menurut Rajiv, pembenahan DAS merupakan fondasi bagi industri berkelanjutan, dan pengawasan izin yang ketat sangat diperlukan untuk mencegah risiko berulangnya bencana serupa di masa depan.
Rehabilitasi daerah aliran sungai di sekitar Morowali disorot oleh Rajiv sebagai prioritas bagi pemerintah dan pelaku usaha di kawasan tersebut. Penanaman kembali pohon, penguatan sempadan sungai, serta pengendalian erosi harus segera dilakukan tanpa ditunda. Rajiv juga menekankan bahwa setiap kawasan industri harus memiliki sistem pengendalian banjir dan pengelolaan air yang efektif untuk memastikan keselamatan para pekerja dan keberlangsungan lingkungan.
Ia meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap kondisi DAS di Kabupaten Morowali, termasuk identifikasi area tambang aktif dan bekas tambang yang belum direhabilitasi sepenuhnya. Selain itu, keterlibatan pelaku industri dalam pembiayaan dan pelaksanaan rehabilitasi juga harus diperjelas sebagai bagian dari tanggung jawab ekologis dan moral. Rajiv juga menyoroti pentingnya evaluasi sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terutama saat kondisi cuaca ekstrem.
Dengan dukungan teknologi satelit dan sensor hidrologi, Rajiv berharap potensi lonjakan debit air bisa dideteksi lebih dini sehingga langkah mitigasi dapat diambil secara cepat. Selain itu, tragedi ini juga menjadi momentum untuk mengkaji kembali kebijakan pembangunan industri berbasis sumber daya alam demi menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks ini, tanggung jawab moral dan hukum perusahaan terhadap keluarga korban juga harus ditegakkan tanpa prosedur berbelit.




