Pengurus Pusat Muhammadiyah memastikan bahwa awal Ramadhan tahun ini jatuh pada Rabu, 18 Februari 2024. Meskipun Pemerintah Indonesia akan menetapkan tanggal resmi setelah sidang isbat sore nanti. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir, mengajak masyarakat untuk menyikapi potensi perbedaan awal puasa dengan cerdas dan tasamuh. Perbedaan dalam menentukan awal puasa bukan hal baru dan akan terus terjadi selama umat Islam belum memiliki satu kalender tunggal. Haedar menekankan pentingnya sikap arif dan bijaksana dalam menghadapi perbedaan tersebut serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Esensi puasa tidak hanya terletak pada menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan nafsu dan hasrat yang dapat merusak hubungan sosial. Haedar menegaskan bahwa puasa harus menjadi benteng sosial yang menahan hawa nafsu agar tidak kehilangan kendali, terutama di tengah situasi media sosial yang sering memicu ketegangan. Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menjaga keharmonisan hubungan sosial dan mengajarkan kesabaran kepada umat Muslim.




