Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyatakan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap media arus utama tetap lebih tinggi daripada media sosial. Dalam acara Outlook Media 2026 yang diselenggarakan Dewan Pers, Burhanuddin mengungkapkan bahwa meskipun kepercayaan terhadap media tradisional masih tinggi, trennya cenderung menurun. Penurunan ini disebabkan oleh kecenderungan generasi muda yang lebih memilih mendapatkan informasi dari media sosial seperti TikTok dan WhatsApp.
Namun, meskipun penggunaan media sosial semakin meningkat, kepercayaan masyarakat terhadap berita di platform tersebut masih rendah. Hal ini menjadikan media arus utama memiliki kesempatan untuk mempertahankan integritas, kredibilitas, dan verifikasi dalam menyajikan berita. Burhanuddin juga menyoroti bahwa independensi media arus utama saat ini menjadi hambatan terbesar, di mana banyak media cenderung terjebak dalam echo chamber yang hanya menguatkan opini yang sudah ada.
Dengan demikian, keberadaan media arus utama masih memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang disajikan. Meskipun media sosial terus berkembang, kebutuhan akan berita yang terverifikasi dan kredibel tetap tinggi. Oleh karena itu, media arus utama perlu terus meningkatkan integritasnya dan tidak terjebak dalam bias partisan untuk tetap relevan di era digital ini.




