spot_img

Prabowo Subianto

Spesifikasi dan Harga Honda All New Vario 125 Terbaru 2025

Honda All New Vario 125 telah diperkenalkan sebagai generasi terbaru dalam kategori motor matic 125 cc. Motor ini menawarkan desain, fitur, dan teknologi lampu...
HomePolitik2 WN China Ditangkap Bandara Juanda: Diduga Curi Barang Pesawat

2 WN China Ditangkap Bandara Juanda: Diduga Curi Barang Pesawat

Dua warga negara asing (WNA) dari China atau Tiongkok dengan inisial WM dan LJ telah ditangkap di Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Mereka diduga melakukan tindakan pencurian barang di dalam pesawat. Kedua WNA ini ditangkap setelah mengambil barang penumpang lain dalam penerbangan Pesawat Citilink QG716 dari Jakarta (CGK) menuju Surabaya (SUB) pada Kamis (22/1). Kronologi kejadian dimulai saat pesawat tengah mengudara dan korban, seorang WNA asal Malaysia, meninggalkan kursinya untuk ke toilet. Saat itulah, awak kabin melihat tersangka WM mengambil tas korban dari kompartemen atas. Kemudian, korban kembali dan mendapati tasnya dalam keadaan terbuka di samping tersangka.

Selanjutnya, pada pukul 12.30 WIB, korban melaporkan bahwa uang sejumlah Rp5 juta dan US$500 telah diambil dari tas kabinnya. Situasi memanas ketika pemeriksaan dilakukan bersama kru pesawat, dan tersangka WM melemparkan uang milik korban ke arah kursi. Meskipun awalnya ia membantah, WM akhirnya mengakui perbuatannya setelah pemeriksaan lebih lanjut dilakukan oleh pihak Imigrasi. Meskipun korban telah memberikan maaf, otoritas Imigrasi akan memberlakukan deportasi kepada kedua tersangka karena keberadaan mereka dianggap tidak bermanfaat bagi Indonesia.

Otoritas Imigrasi mengimbau para penumpang untuk selalu waspada terhadap barang bawaan mereka selama penerbangan dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan dari orang asing kepada pihak berwenang. Tindakan yang diambil terhadap kedua WNA ini mengacu pada prinsip kebijakan selektif keimigrasian berupa deportasi ke negara asal dan penangkalan. Oleh karena itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, menyatakan bahwa keberadaan WM dan LJ tidak memberikan manfaat berdasarkan kebijakan selektif Keimigrasian. Keselamatan dan keamanan penumpang selalu menjadi prioritas dalam setiap penerbangan, dan kerja sama antarpihak terkait akan terus ditingkatkan untuk mencegah tindakan kriminal di pesawat udara.

Source link