Operasi pencarian tiga orang yang diduga masih hilang di lokasi penambangan PT Antam UBPE Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat telah ditutup oleh Kantor SAR Jakarta. Penutupan operasi tersebut dilakukan pada Selasa (20/1) malam. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan bahwa tim SAR telah melakukan upaya pencarian dengan membagi dua tim, yaitu Search and Rescue Unit/SRU. Tim SRU I melakukan penyisiran di lubang galian dengan kedalaman mencapai 200 meter dan diameter 50-70 cm berdasarkan informasi terakhir dari saksi, sementara SRU II bertugas sebagai unsur medis di luar penambangan.
Setelah melakukan penyisiran sampai titik terakhir lokasi korban, tidak ditemukan adanya korban atau tanda-tanda lainnya. Hasil tersebut mengarah pada keputusan penutupan operasi SAR berdasarkan simpulan dari debriefing dan evaluasi Operasi SAR serta Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Sebelumnya, kepolisian telah memastikan tidak ada insiden ledakan di area tambang emas tersebut. Hingga saat ini, penelusuran terhadap sumber kemunculan asap masih dalam proses karena kondisi di dalam lubang tambang belum memungkinan pemeriksaan lebih lanjut. General Manager PT Antam UBPE Pongkor menjelaskan bahwa lonjakan kadar karbon monoksida di dalam tambang telah mencapai level yang cukup berbahaya, sehingga aktivitas di area tersebut sementara dihentikan dan seluruh pekerja dievakuasi.




