Proses identifikasi terhadap jenazah korban telah selesai dilakukan oleh Polda NTT, yang memastikan bahwa korban yang ditemukan pada Minggu (4/1) pagi adalah pelatih tim B wanita Valencia Spanyol, Fernando Martin Carreras. Kesesuaian data ante mortem dan post mortem, seperti jenis kelamin pria dewasa, tinggi badan, ciri khusus seperti tato, cincin, dan jam tangan yang digunakan oleh korban, telah menjadi bukti yang menegaskan kepastian tersebut.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh oleh Tim DVI Biddokkes Polda NTT, dengan membandingkan data ante mortem dari keluarga dan kedutaan, serta data post mortem hasil pemeriksaan medis forensik. Meskipun beberapa data primer seperti sidik jari tidak bisa digunakan akibat kondisi jenazah, tim berhasil menemukan kecocokan kuat pada beberapa data sekunder, baik fisik maupun properti yang melekat pada korban.
Dalam penanganan lanjutan, jenazah saat ini berada di fasilitas kesehatan di Labuan Bajo. Dalam proses koordinasi pemulangan ke negara asal bersama pihak keluarga dan perwakilan kedutaan, jenazah akan tetap terjaga hingga tiba pada tujuan akhirnya. Selain itu, operasi SAR juga diperpanjang untuk mencari dua korban lain yang masih hilang, warga negara asing asal Spanyol, setelah penemuan satu jenazah pada hari ke sepuluh proses pencarian. Seiring dengan itu, polisi tetap menggunakan teknologi sonar sistem dan drone bawah air untuk mempermudah pencarian kedua korban yang masih hilang.




