Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa 11 dari 18 kabupaten dan kota di Provinsi Aceh memperpanjang status tanggap darurat. Kepala BNPB, Suharyanto, menyatakan bahwa perpanjangan ini bertujuan untuk lebih optimal dalam penanganan kebencanaan. Dari 11 kabupaten dan kota yang memperpanjang status tanggap darurat, tujuh di antaranya mengalami dampak banjir yang parah. Sedangkan tujuh kabupaten kota lainnya sudah mulai memasuki masa transisi dari darurat ke tahap pemulihan. Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, menyebutkan bahwa total logistik yang disalurkan selama masa tanggap darurat mencapai 1.251,6 ton, dari total bantuan yang diterima sebesar 1.478,8 ton. Kebutuhan mendesak korban bencana saat ini fokus pada nonpangan seperti tenda pengungsian, tandon air bersih, lampu emergensi, bahan medis, dan peralatan dapur. Upaya pemulihan diawali dengan perbaikan rumah-rumah yang rusak ringan dan sedang untuk mengurangi angka pengungsian. Ferdinand Rahmanullah/Ilustrasi.




