Sebuah cerita dari Desa Kildor, Kecamatan Kesui Watubela, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, mencatat perjalanan Awan (26) sejauh 15 kilometer atau selama 6 jam untuk berobat ke puskesmas pada Sabtu (13/12). Warga miskin tersebut ditandu oleh sejumlah orang dalam perjalanan menuju puskesmas karena tidak ada akses jalan raya yang dapat dilalui ambulans ke kampungnya. Rekaman peristiwa penanduan Awan viral di media sosial, memperlihatkan kesulitan akses ke puskesmas di kampung miskin Desa Kildor di Pulau Seram Timur, Maluku.
Farid Rumadaul, seorang warga Seram Bagian Timur, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, warga terpaksa menandu Awan ke puskesmas karena kondisi lautan sedang gelombang tinggi, membuat perahu nelayan tidak dapat digunakan seperti biasanya. Awan, yang menderita luka patah lengan setelah terjatuh akibat jalanan licin saat pulang dari kebun pala, membutuhkan pertolongan medis yang mengharuskannya ditandu ke puskesmas.
Selama perjalanan, warga Desa Kildor membantu menandu Awan melintasi medan pegunungan, jalan bebatuan, sungai, dan pantai dengan menggunakan batang bambu dan kain untuk melindungi pasien. Setelah perjalanan melelahkan selama 3 jam dari Desa Kildor ke Desa Adm Ottadem, warga menyewa mobil pikap untuk melanjutkan perjalanan selama 3 jam menuju Puskesmas Tamher Timur di pusat Kecamatan Kesui Watubela.
Diharapkan Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur, Fahri Husni Alkatiri, segera membangun jalan lingkar kecamatan untuk mencegah penderitaan warga miskin yang terpaksa menandu jauh ke puskesmas. Meskipun hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari Pemkab Seram Bagian Timur terkait kejadian tersebut, upaya untuk memperbaiki infrastruktur jalan di daerah tersebut sangat diharapkan.




