Konflik internal yang terjadi di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belakangan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan nahdliyin. Mereka berharap masalah antara pemimpin organisasi tersebut dapat segera terselesaikan. Salah satu nahdliyin asal Jawa Timur, Said Abdullah, menyatakan prihatin dan sedih mendengar berita tentang konflik yang terjadi di PBNU.
Menurut Said, konflik tersebut bermula dari masalah pengelolaan tambang batu bara di kalangan nahdliyin. Ia menekankan bahwa masalah tersebut seharusnya tidak menjadi penyebab perpecahan di antara mereka. PBNU bersama Muhammadiyah telah mendapatkan izin tambang dari pemerintah pada masa pemerintahan Joko Widodo. Said menegaskan bahwa sejak kecil, ia telah diajarkan untuk menjalankan ajaran agama dengan teguh, namun konflik yang terjadi menimbulkan pertanyaan tentang kesetiaan terhadap tradisi and ajaran yang dianut.
Said berharap para kiai di PBNU dapat berdamai dan mengembalikan solidaritas organisasi untuk mewujudkan tujuan bangsa. Menurutnya, pemecahan di PBNU hanya akan merugikan bangsa ini. Keselarasan dan kekuatan organisasi akan menjadi kunci untuk mencapai cita-cita bersama.




