Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia imbas banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 303 orang sampai Sabtu (29/11) sore. Korban meninggal paling banyak berasal dari Sumatra Utara (Sumut) dengan 166 jiwa. Lalu, jumlah korban meninggal bencana di wilayah Aceh mencapai 47 korban jiwa. Sementara itu, korban meninggal dunia di Sumatera Barat meningkat setelah tambahan korban dari Kabupaten Agam, yang mencapai 74 orang meninggal dunia. Dengan demikian, total korban jiwa bencana Sumatra hingga Sabtu sore adalah 303 jiwa dengan rincian: 166 di Sumut, 90 di Sumbar, dan 47 di Aceh. Banjir bandang merendam puluhan kabupaten dan kota di tiga provinsi di Pulau Sumatra, yakni Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir. Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan atas musibah bencana alam tersebut dan mendoakan agar para korban terdampak banjir senantiasa dilindungi oleh Yang Maha Kuasa, serta diringankan duka dan penderitaannya. Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah telah bergerak cepat sejak hari pertama kejadian dengan menyalurkan bantuan lewat jalur darat maupun udara. Sayangnya, kondisi berat dan cuaca sulit dimungkinkan untuk pendistribusian bantuan. Pemerintah telah mengirimkan bantuan melalui tiga pesawat Hercules C-130 dan satu pesawat A-400, dan akan terus melakukan pengiriman secara berkelanjutan.




