Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menyoroti praktik politik transaksional yang masih ada di sejumlah partai. Dalam forum Rakorwil PSI Maluku Utara, Ahmad Ali menekankan bahwa cara berpolitik dengan menagih pengakuan, meminta mahar, dan mengklaim keberhasilan kader sudah tidak relevan lagi. Menurutnya, partai yang mencetak pemimpin seharusnya tidak terlalu menuntut pengakuan atau balas budi dari kader yang sukses. Contohnya adalah Erwin Sutanto, seorang kader PSI yang dipercaya oleh masyarakat tanpa tekanan dari partainya. Ahmad Ali juga menyindir partai politik yang cepat mengklaim kesuksesan kader namun tidak mau bertanggung jawab atas kegagalan. PSI sendiri menolak untuk terlibat dalam pola politik lama yang dianggap merugikan integritas demokrasi.




