Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima RI, mengungkapkan bahwa ia tidak menyelesaikan kuliah saat menempuh pendidikan di universitas besar. Meski demikian, ia merasa bangga bisa mendapatkan gelar profesor kehormatan. Pada sebuah acara Workshop di Balai Senat UGM, Megawati bercerita mengapa ia tidak melanjutkan kuliah di UGM meskipun ia lahir di Yogyakarta dan ayahnya, Soekarno, meresmikan gedung pusat kampus tersebut. Kemudian, Megawati memilih untuk belajar di Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran dan kemudian di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Meskipun ada yang menyebutnya pintar, Megawati mengaku tidak lulus kuliah karena alasan politik dan memiliki photographic memory yang khas. Meskipun demikian, Megawati merasa bangga atas gelar profesor kehormatan yang dimilikinya, yang ia tunjukkan ketika belum lama ini ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN. Pada acara tersebut, Megawati juga memberikan paparan tentang riset, inovasi, wawasan kebangsaan, dan pengalaman delegasi di luar negeri, serta mengungkapkan pandangannya tentang sejarah Indonesia yang dijajah Belanda selama 3,5 abad. Megawati menyatakan keraguan terhadap data resmi pemerintah mengenai jumlah pulau di Indonesia dan menyebutkan potensi tenggelamnya pulau akibat perubahan iklim. Megawati juga menyoroti Deklarasi Djuanda yang menetapkan bahwa perairan di antara pulau Indonesia adalah wilayah kedaulatan NKRI. Melalui paparannya, Megawati menyoroti berbagai isu penting terkait sejarah, geopolitik, dan lingkungan Indonesia.




