Hasan Nasbi dan Fedi Nuril saat berdebat di aplikasi X telah menjadi perbincangan hangat, terutama setelah pernyataan Hasan Nasbi yang menyebutkan dirinya sebagai seorang penjilat yang berhasil membuat jilatanannya menjadi seorang penguasa. Sorotan tajam atas pernyataan tersebut datang dari Peneliti ISEAS Yusof-Ishak Institute, Made Supriatma, yang dalam tulisannya “Dunia Dari Kacamata Seorang Penjilat” menganalisis fenomena viral tersebut.
Made Supriatma menekankan cara pandang individu terhadap dunia dipengaruhi oleh posisi sosial yang dihayati oleh individu tersebut. Seorang yang religius akan melihat dunia dengan cara religius, sementara seorang pendidik akan melihat dunia sebagai tempat tumbuh dan berkembang, terutama dalam merawat anak didiknya agar menjadi individu yang baik. Banyak orang memandang dunia dari sudut pandang mereka sendiri, yang menerima bahwa ada peran tertentu yang harus dijalani agar dunia berjalan dengan baik.
Dalam kacamata yang berbeda, seorang pengemudi ojol misalnya, melihat dunia dari sudut pandang orang-orang yang dilayaninya, terkadang bahkan terlalu fokus pada tuntutan aplikasi yang mengatur kehidupan sehari-hari mereka. Analisis dari berbagai perspektif ini mencerminkan kompleksitas dan keragaman cara pandang individu terhadap dunia yang dihayati oleh mereka.




