Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah, memberikan komentarnya tentang pertemuan mantan Presiden Jokowi dengan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir. Chusnul menyoroti perubahan sikap beberapa pihak terhadap Abu Bakar yang dinilai aneh. Sebelumnya, Abu Bakar sering dipanggil dengan sebutan yang merendahkan seperti kadrun dan teroris, namun setelah Jokowi menemui beliau, panggilan untuk Abu Bakar menjadi lebih hormat seperti Ustaz dan ulama. Chusnul juga memberikan kritik tajam dengan menyebutkan analogi yang cukup menohok.
Di sisi lain, Politikus dari PDIP, Ferdinand Hutahaean, menunjukkan bahwa pertemuan tersebut memberikan sinyal tertentu kepada publik. Menurut Ferdinand, pertemuan tersebut menunjukkan bahwa Jokowi memiliki karakter yang labil, sehingga tidak heran jika masyarakat meragukan integritasnya. Ferdinand juga mengingatkan bahwa Abu Bakar Ba’asyir merupakan mantan terpidana teroris yang terlibat dalam peristiwa bom Bali dan menolak Pancasila. Dia juga menyoroti kontradiksi antara tindakan Jokowi membubarkan ormas seperti FPI dan HTI yang dianggap berbahaya dengan bertemu dengan Abu Bakar. Ferdinand menimbulkan keraguan terhadap ideologi Jokowi yang tampaknya tidak jelas.
Pernyataan kontroversial Ferdinand semakin memunculkan kecurigaan setelah Jokowi mendukung Prabowo-Gibran untuk dua periode mendatang. Hal ini membuat masyarakat semakin bertanya-tanya mengenai tujuan sebenarnya dari tindakan dan ideologi Jokowi.




