Kota Batu terkenal sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, namun juga memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa, terutama dalam hal air. Komunitas Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali (Sabers Pungli) melakukan ekspedisi dan identifikasi ulang yang mengungkapkan adanya 273 titik sumber mata air yang tersebar di berbagai penjuru kota. Doddy Eko Wahyudi, salah satu aktivis Sabers Pungli, menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan secara teliti dan profesional. Setiap titik koordinat sumber mata air sudah tercatat dan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Meskipun demikian, masih ada dua desa yang belum terdata, yaitu Desa Pesanggrahan dan Desa Oro-Oro Ombo. Doddy berharap Pemkot Batu dapat menindaklanjuti hasil kerja mereka dengan melakukan pelacakan di dua desa tersebut. Doddy juga menekankan bahwa masalah air bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, tetapi juga lintas sektor lainnya seperti DPUPR dan BPBD. Wali Kota Batu, Nurochman, menyatakan komitmennya untuk memperkuat perlindungan lingkungan dan pelestarian sumber mata air melalui instrumen hukum, salah satunya dengan menginisiasi Peraturan Daerah tentang lingkungan.
Cak Nur, sapaan akrabnya, mengajak seluruh elemen masyarakat dan investor untuk tidak serakah dalam mengeksplorasi potensi alam Kota Batu. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan siklus alam yang sudah terbentuk ratusan tahun. Perlindungan lingkungan bukan hanya tentang pembuangan sampah pada tempatnya, tetapi juga tentang menjaga kelestarian alam demi keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi mendatang.



