Sorotan tajam dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, ditujukan kepada mantan Presiden Joko Widodo terkait kebijakan BUMN selama pemerintahannya. Menurut Said Didu, BUMN di bawah kepemimpinan Jokowi mengalami penurunan yang signifikan. Melalui akun media sosial pribadinya, Said Didu menuliskan bahwa Jokowi menanamkan empat “racun” di BUMN, menyebabkan kerugian dan kasus korupsi. Sifat pertama dari “racun” tersebut adalah penugasan pejabat untuk proyek yang merugikan, diikuti dengan penggunaan BUMN sebagai tempat penampungan relawan dan partai politik. Terakhir, Jokowi memaksa BUMN untuk kerjasama dengan swasta yang merugikan dan bahkan menggunakan BUMN sebagai kendaraan politik. Puncaknya, menurut Said Didu, adalah ketika ET diangkat sebagai Menteri BUMN.



