Prabowo Subianto

Task Force Prabowo-Gibran Menyangkal Kabar Potongan Anggaran Makanan Gratis Menjadi Rp7.500 Per Anak

Jakarta - Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran membantah rumor pemotongan anggaran makan bergizi gratis dari Rp15 ribu menjadi Rp7.500 per anak. Hasan Nasbi sebagai anggota...
HomeBeritaKapal Perang Amerika Serikat Mencegah Serangan Drone dan Rudal Houthi di Laut...

Kapal Perang Amerika Serikat Mencegah Serangan Drone dan Rudal Houthi di Laut Merah

Kapal perang USS Mason milik Amerika Serikat berhasil menembak jatuh sebuah pesawat nirawak dan rudal balistik anti-kapal yang ditembakkan oleh kelompok Houthi Yaman ke Laut Merah. Saat ini AS memimpin satuan tugas maritim di wilayah perairan tersebut untuk melindungi kapal-kapal komersial dari serangan Houthi.

Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), “USS Mason (DDG 87) menembak jatuh satu drone dan satu rudal balistik anti-kapal di Laut Merah Selatan yang ditembakkan oleh Houthi.” Mereka juga menambahkan bahwa tidak ada kerusakan pada 18 kapal di daerah tersebut atau laporan korban cedera. Serangan terbaru ini merupakan upaya serangan ke-22 terhadap pelayaran internasional oleh Houthi sejak pertengahan Oktober.

Sejak 19 November 2023, kelompok Houthi telah menyita atau menyerang belasan kapal komersial yang melintasi Laut Merah dengan menggunakan drone serta rudal. Mereka mengklaim bahwa sasaran mereka hanya kapal-kapal milik atau menuju pelabuhan Israel. Houthi menganggap serangan terhadap kapal-kapal tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan dan perlawanan Palestina.

Akibat aksi Houthi, sejumlah perusahaan kargo memilih untuk menghindari wilayah perairan tersebut. Perubahan jalur laut dapat menyebabkan penundaan pengiriman kargo karena Laut Merah merupakan jalur terpendek antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez, serta salah satu jalur laut paling sering digunakan di dunia untuk pengiriman minyak dan bahan bakar.

Pada 18 Desember 2023, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengumumkan peluncuran Operation Prosperity Guardian (OPG). Operasi ini dibentuk sebagai respons atas serangan Houthi terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah. Negara-negara berupaya menjunjung kebebasan navigasi perlu bersatu untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh Houthi.

Sementara itu Houthi menyampaikan bahwa pembentukan satgas maritim oleh AS dan sekutunya tidak akan mengubah sikap serta dukungan mereka untuk Palestina. Mereka menegaskan bahwa dukungan mereka terhadap Palestina akan tetap ada hingga berakhirnya pengepungan, masuknya makanan dan obat-obatan, serta dukungan terhadap rakyat Palestina yang tertindas akan terus berlanjut.