Prabowo Subianto

HomeBeritaGencatan Senjata Diperpanjang, Hamas Segera Serahkan Daftar Sandera untuk Dibebaskan

Gencatan Senjata Diperpanjang, Hamas Segera Serahkan Daftar Sandera untuk Dibebaskan

Warga Israel merayakan pembebasan tahanan Israel yang disandera oleh Hamas di Tel Aviv, Israel, pada Jumat (24/11/2023).

Tel Aviv – Pemerintah Israel mengkonfirmasi menerima daftar terbaru tahanan perempuan dan anak-anak di Jalur Gaza yang akan dibebaskan oleh Hamas pada Kamis (30/11/2023). Proses ini berlanjut setelah perpanjangan gencatan senjata selama satu hari dari yang sebelumnya berakhir pada Kamis.

“Pada waktu yang lalu, Israel menerima daftar perempuan dan anak-anak sesuai dengan ketentuan perjanjian, dan karena itu gencatan senjata akan diperpanjang,” kata pernyataan dari Kantor Perdana Menteri Israel, tanpa menyebutkan secara spesifik jumlah tahanan yang akan dibebaskan.

Gencatan senjata antara Hamas dan Israel diperpanjang satu hari lagi dengan kedua pihak mengumumkan secara terpisah. “Mengingat upaya mediator untuk melanjutkan proses pembebasan tahanan dan tunduk pada ketentuan kerangka kerja, jeda operasional akan terus berlanjut,” kata militer Israel tanpa menentukan jangka waktu.

Negara mediator Qatar juga telah mengonfirmasi kesepakatan perpanjangan gencatan senjata. “Pihak Palestina dan Israel telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata kemanusiaan di Jalur Gaza selama satu hari tambahan dengan kondisi yang sama seperti sebelumnya, yaitu gencatan senjata dan masuknya bantuan kemanusiaan, dalam kerangka mediasi bersama Negara Qatar,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari dalam sebuah pernyataan dikutip dari Alarabiyah.

Al-Ansari menjelaskan bahwa kondisi gencatan senjata, termasuk penghentian permusuhan dan masuknya bantuan kemanusiaan, tetap sama dengan kesepakatan sebelumnya yang telah berlangsung selama enam hari. Qatar telah menjadi mediator utama antara pihak-pihak yang bertikai, bersama dengan Mesir dan Amerika Serikat.

Ada tekanan untuk memperpanjang gencatan senjata guna memungkinkan lebih banyak pembebasan tahanan dan bantuan tambahan ke Gaza yang hancur. Namun sebelumnya, Israel menolak tawaran tersebut karena Hamas menawarkan tujuh tahanan perempuan dan anak-anak serta tiga jenazah lainnya untuk pertukaran pada Kamis.

Sumber: Republika