Prabowo Subianto

PRINSIP-PRINSIP KEPEMIMPINAN – prabowosubianto.com

Oleh: Prabowo Subianto Para pembaca yang terhormat, Jika kita mempelajari sejarah bangsa-bangsa, kita dapat belajar bahwa tidak ada perubahan signifikan yang pernah terjadi tanpa didorong...
HomeBeritaDokter Melintasi Batas Mendesak Uni Eropa Untuk Bertindak Melindungi Penduduk Palestina

Dokter Melintasi Batas Mendesak Uni Eropa Untuk Bertindak Melindungi Penduduk Palestina

Warga Palestina yang terluka akibat serangan Israel di Jalur Gaza tiba di rumah sakit di Rafah pada hari Rabu, 13 Desember 2023. Organisasi kemanusiaan medis internasional Dokter Lintas Batas atau Doctors Without Borders (MSF) mendesak pimpinan Uni Eropa (EU) untuk bertindak maksimal dalam melindungi warga Palestina di Jalur Gaza yang menghadapi situasi yang mencekam.

“Kami meminta Anda untuk melakukan segala yang bisa dilakukan untuk melindungi nyawa dan martabat rakyat Palestina yang terjebak di Gaza dan untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut,” kata MSF di media sosial dalam penggalan X sebelum pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussels.

Dengan lebih dari 18.000 orang tewas akibat serangan Israel selama 68 hari, MSF mengatakan bahwa pimpinan EU bisa terus saja mengeluarkan seruan untuk menghormati hukum internasional dan melindungi warga sipil, atau mereka bisa memanfaatkan posisinya untuk meyakinkan Israel agar menghentikan serangan membabi buta di Jalur Gaza.

MSF juga menyebutkan bahwa orang-orang di wilayah pendudukan Tepi Barat hampir meninggal karena tidak dapat mengakses rumah sakit akibat operasi Israel di Jenin. Pasukan Israel juga dilaporkan menembakkan gas air mata ke rumah sakit sebagai balasan atas anak-anak yang melempar batu ke mobil lapis baja. Akibatnya, seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun meninggal dunia setelah ambulansnya dihadang oleh mobil lapis baja Israel. Pasien lainnya juga mengalami luka tembak setelah keluar dari rumah sakit dan ambulansnya ditembaki oleh pasukan Israel.

Situasi semakin memanas di Tepi Barat di tengah serangan militer Israel di Jalur Gaza menyusul serangan kelompok Perlawanan Palestina Hamas pada 7 Oktober. Sejak saat itu, sedikitnya 283 warga Palestina tewas akibat tembakan Israel dan lebih dari 4.000 orang lainnya ditahan, menurut data resmi Palestina.

Sumber: Republika