Prabowo Subianto

HomeBeritaMyanmar menangkap dua jurnalis dalam upaya pembungkaman pers

Myanmar menangkap dua jurnalis dalam upaya pembungkaman pers

Aksi protes pro demokrasi Myanmar menandai perayaan setahun perebutan kekuasaan oleh militer, dengan memakai topeng bendera dan spanduk di Parliament Square, London, Selasa, 1 Februari 2022. Para penentang kekuasaan militer di Myanmar pada Selasa menandai peringatan satu tahun perebutan kekuasaan oleh tentara dengan mogok nasional untuk menunjukkan kekuatan dan solidaritas mereka di tengah kekhawatiran tentang apa yang telah menjadi perebutan kekuasaan yang semakin keras, demonstrasi juga terjadi di ibu kota dunia lainnya.

Pemerintah militer Myanmar menangkap dua orang jurnalis situs berita lokal yang bekerja untuk Dawei Watch. Dua jurnalis tersebut, Aung San Oo dan Myo Myint Oo ditangkap pada Senin (11/12/2023) malam di rumah mereka di Kota Myeik. Kota itu terletak 560 kilometer dari kota terbesar Myanmar, Yangon. Pasukan keamanan memberitahu keluarga mereka para jurnalis itu ditangkap atas berita yang mereka terbitkan. Komputer dan telepon genggam para reporter dan anggota keluarga mereka disita polisi.

Para wartawan itu ditahan di kamp interogasi, dan sebagian besar liputannya mencakup wilayah selatan Myanmar. Pemimpin redaksi Dawei Watch mengatakan, “Para wartawan menulis laporan berita dan memproduksinya sesuai dengan etika jurnalisme. Menulis laporan bukanlah sebuah kejahatan. Menangkap, menginterogasi, dan mengambil tindakan terhadap para jurnalis dengan cara yang sama seperti yang dilakukan terhadap orang-orang yang melakukan kejahatan seharusnya tidak diperbolehkan. Jadi saya ingin mengatakan bebaskan para jurnalis yang ditahan sesegera mungkin.” Sumber: Republika